UNUD Open Repository

UNUD Open Repository provides access and discovery to the University of Udayana publications and digital collections. It contains digitized and digital version of theses, dissertations, research reports, and articles produced by academic communities in this university.

CHROMATOGRAPHIC FINGERPRINT BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) DENGAN MEMANFAATKAN KLT-SPEKTROFOTODENSITOMETRI

Anak Agung Ratu Hendri Trijaya Wirotami, Anak Agung Ratu Hendri Trijaya Wirotami (2015) CHROMATOGRAPHIC FINGERPRINT BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) DENGAN MEMANFAATKAN KLT-SPEKTROFOTODENSITOMETRI. Bachelor thesis, Universitas Udayana.

[img] Archive (ABSTRAK)
1ba826fa2de1ba271be9c54492f23096.pdf - Published Version

Download (224kB)
[img] Archive (BAB I)
8d8a2952234d25a527675dcfae598fdc.pdf - Published Version

Download (96kB)
[img] Archive (BAB II)
d453d23933d3aa3a81e54e52977ff48b.pdf - Published Version

Download (389kB)

Abstract

Bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) dimanfaatkan secara tradisional sebagai obat. Salah satu kandungan dari bunga rosela adalah antosianin yang telah diteliti berkhasiat sebagai antioksidan. Chromatographic fingerprint (CFP) adalah metode uji autentifikasi dan kontrol kualitas ekstrak herbal. Dalam penelitian ini, sampel bunga rosela diperoleh dari daerah Bali, Jawa Timur dan Yogyakarta. Sebanyak 200 mg serbuk dimaserasi dengan 3 mL metanol selama 15 menit dalam bak ultrasonik. Ekstrak ditotolkan pada plat KLT silika 60 F254 menggunakan Linomat 5 (Camag), kemudian dielusi dengan larutan etil asetat: 2-propanol: air: asam format (6:2:1:1 v/v). Plat kemudian dipindai di bawah TLC-Visualizer (Camag) dan TLC scanner 4 (Camag) pada panjang gelombang 210, 287 nm dan 527 nm. Spektrum setiap puncak dipindai pada rentang panjang gelombang 200-700 nm. Pola puncak hasil pemindaian disusun menjadi CFP. Senyawa marker sianidin-3-O-glukosida ditemukan pada Rf 0,37, tidak berfluoresensi pada UV 366 nm dan memberikan panjang gelombang maksimum spektrum UV pada 527 nm. Identifikasi CFP dilakukan dengan menggunakan beberapa pereaksi warna yakni NH3, AlCl3, dan Sitroborat yang meyakinkan adanya senyawa antosianin pada sampel dengan melihat perubahan pada warna bercak dan terjadinya reaksi bathokromik pada puncak spektrum. Analisa statistik menunjukkan perbedaan CFP yang diperoleh dari daerah Bali, Jawa Timur, dan Yogyakarta mempengaruhi kadar marker yang terkandung dalam bunga rosela di masing-masing daerah. Daerah yang terletak lebih tinggi menghasilkan nilai AUC dan puncak spektrum yang lebih tinggi dibanding tanaman bunga rosela yang terletak di daerah yang lebih rendah.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Standardisasi, Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.), KLT- Spektrofotodensitometri, chromatographic fingerprint
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 24:58
Last Modified: 24 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/10022

Actions (login required)

View Item View Item