UNUD Open Repository

UNUD Open Repository provides access and discovery to the University of Udayana publications and digital collections. It contains digitized and digital version of theses, dissertations, research reports, and articles produced by academic communities in this university.

Diskursus Ritual Adat Batetulak Pada Masyarakat Sasak Kelurahan Rembige Di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat

Subhan, Subhan (2016) Diskursus Ritual Adat Batetulak Pada Masyarakat Sasak Kelurahan Rembige Di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Masters thesis, Universitas Udayana.

[img] Archive (ABSTRAK)
b131a359024e57464281620fcda33146.pdf - Published Version

Download (212kB)
[img] Archive (BAB I)
3e35cd13bc36762fb818b5ad5ecbcd95.pdf - Published Version

Download (237kB)
[img] Archive (BAB II)
88c6898038b865b31dd0c86e3faeefb0.pdf - Published Version

Download (295kB)

Abstract

Penelitian ini membahas diskursus ritual adat batetulak pada masyarakat Sasak Kelurahan Rembige di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Ritual ini sudah berlangsung ratusan tahun yang lalu sebagai warisan budaya dari generasi awal penyebar Islam di Rembige. Selain bertujuan untuk mencegah terjadinya bala atau bencana yang kapan saja bisa menimpa masyarakat dan kampung Rembige, ritual ini juga bertujuan menyambut tahun baru Islam.Dalam perjalanannya terdapat sekelompok masyarakat yang menganggap ritual batetulak bertentangan dengan syariat Islam atau bidah, lalu muncullah berbagai diskursus terkait ritual ini. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) bentuk diskursus yang berkembang saat ini terkait ritual adat batetulak (2) faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya diskursus ritual adat batetulak (3) implikasi diskursus ritual adat batetulak dan (4) strategi pewarisan ritual adat batetulak pada masyarakat Kelurahan Rembige. Dalam penelitian ini digunakan teori diskursus, teori relasi kekuasaan – pengetahuan dari Foucault dan teori semiotika.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian budaya.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen.Data yang dikumpulkan berupa dokumen-dokumen, cerita, dan tuturan.Alat yang digunakan untuk pengumpulan data berupa pedoman wawancara,tape recorder dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskursus ritual batetulak hadir di ruang-ruang pengajian (liqo’), ceramah keagamaan, obrolan warung kopi, pertemuan-pertemuan adat, obrolan para budayawan dan teks/pidato aparat pemerintah terkait ritual batetulak.Adanya diskursus ritual batetulak disebabkan oleh tiga faktor yaitu pendidikan, modernitas dan purifikasi agama.Sebelum modernitas dan idiologi Wahabi hadir di tengah kehidupan masyarakat Rembige ritual batetulak tidak pernah dipertanyakan, ritual ini sebagai tatanan nilai yang sudah terwariskan dari generasi awal Islam di Rembige.Masuknya modernitas dan idiologi Wahabi melahirkan berbagai diskursus tentang ritual batetulak di tengah masyarakat Rembige, hal ini berimplikasi pada adanya pro kontra terhadap ritual batetulak.Implikasi diskursus ritual batetulak adalah munculnya pergulatan diskursus batetulak pada orang Rembige, pergulatan terjadi pada diri masing-masing orang Rembige yang dibenaknya ada beragam idiologi baik idiologi Wahabi, modernitas maupun dari idiologi budaya Rembige sendiri. Pergulatan ituberdanpak pada sikap pro, kontra dan netral atau acuh tak acuh terhadap diskursus yang berkembang tergantung pada pergulatan individu bersangkutan.Adanya pro-kontra atau beragam interpretasi adalah hal wajar di tengah masyarakat yang beragam.Diskursus pro-kontra jika tidak disikapi dengan bijak bisa mengarah pada konflik. Berbagai upaya untuk melestarikan keberadaan ritual adat batetulak dilakukan.Strategi pewarisan merupakan salah satu upaya agar ritual ini tetap eksis. Strategi pewarisan tersebut antara lain memberdayakan generasi muda untuk terlibat aktif selama ritual, melakukan pendokumentasian baik dengan foto, video maupun bentuk tulisan. Jadi, ritual adat batetulak merupakan bagian dari tradisi lisan masyarakat Kelurahan Rembige Kota Mataram yang perlu dilestarikan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Diskursus, Ritual batetulak, Masyarakat Sasak, Modernitas, Purifikasi agama.
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 24:58
Last Modified: 24 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/10875

Actions (login required)

View Item View Item