UNUD Open Repository

UNUD Open Repository provides access and discovery to the University of Udayana publications and digital collections. It contains digitized and digital version of theses, dissertations, research reports, and articles produced by academic communities in this university.

Aktivitas Antituberkulosis Ekstrak Etanol 80% Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata) Secara In Vivo terhadap Mencit Galur Balb/c Terinfeksi Mycobacterium tuberculosis H37Rv

Adeprima Adiluhur Md, Made Adeprima Adi L (2015) Aktivitas Antituberkulosis Ekstrak Etanol 80% Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata) Secara In Vivo terhadap Mencit Galur Balb/c Terinfeksi Mycobacterium tuberculosis H37Rv. Bachelor thesis, Universitas Udayana.

[img] Archive (ABSTRAK)
7bd6701998e87745adcdb2ee375a3c37.pdf - Published Version

Download (286kB)
[img] Archive (BAB I)
a14acca37cb4f3226dcc6581b6f5e7a3.pdf - Published Version

Download (99kB)
[img] Archive (BAB II)
eabb0a922fcf1e7f1c07fe63f41ec705.pdf - Published Version

Download (499kB)

Abstract

Tanaman Spondias pinnata, dikenal sebagai Kedondong Hutan, secara tradisional digunakan untuk obat batuk. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan aktivitas antituberkulosis dari ekstrak metanol dan ekstrak etanol daun tanaman ini pada uji in vitro terhadap Mycobacterium tuberculosis MDR. Studi in vivo pada hewan uji mencit Balb/c menunjukkan bahwa ekstrak daun S. pinnata tidak memiliki potensi ketoksikan pada hati dan ginjal mencit pada dosis < 2 g. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antituberkulosis ekstrak etanol 80% S. pinnata terhadap secara in vivo pada mencit terinfeksi M. tuberculosis H37Rv. Ekstrasi serbuk kering daun S. pinnata dilakukan secara bertingkat menggunakan n-heksana dilanjutkan menggunakan etanol 80%. Uji antituberkulosis mengggunakan 5 kelompok uji, tiap kelompok terdiri dari 10 ekor mencit Balb/c jantan yang terinfeksi bakteri M. tuberculosis H37Rv secara intranasal. Kontrol negatif diberikan suspensi CMC-Na, kelompok perlakuan diberikan suspensi ekstrak dengan dosis 1; 10; 100 dan 1000 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 30 hari. Mencit dibedah, diambil organ paru kanannya, kemudian dibuat preparat histopatology dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Aktivitas antituberkulosis dinilai dari tingkat kerusakan jaringan paru mencit pada granuloma, peribronkiolitis, perivaskulitis, dan alveolitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun S. pinnata pada dosis 1 mg/kgBB sudah mampu memperbaiki lesi yang terjadi pada granuloma. Pada dosis 1000 mg/kgBB perbaikan lesi juga terjadi pada perivaskulitis, peribronkiolitis dan alveolitis. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 80% daun S. pinnata memiliki potensi sebagai antituberkulosis mulai dosis 1 mg/kgBB. Data tersebut dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk menentukan regimen dalam pengembangan ekstrak sebagai bahan baku fitofarmaka untuk tuberkulosis.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Daun Spondias pinnata, ekstrak etanol, aktivitas antituberkulosis in vivo, M. tuberculosis H37Rv
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 24:58
Last Modified: 24 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/11187

Actions (login required)

View Item View Item