UNUD Open Repository

UNUD Open Repository provides access and discovery to the University of Udayana publications and digital collections. It contains digitized and digital version of theses, dissertations, research reports, and articles produced by academic communities in this university.

PENENTUAN STATUS KEBAHASAAN ISOLEK-ISOLEK DI KABUPATEN NAGEKEO: KAJIAN DIALEK GEOGRAFI

Petrus Pita, Petrus Pita (2016) PENENTUAN STATUS KEBAHASAAN ISOLEK-ISOLEK DI KABUPATEN NAGEKEO: KAJIAN DIALEK GEOGRAFI. Doctoral thesis, Universitas Udayana.

[img] Archive (ABSTRAK)
55495b61f28e2ffec2bb01d26dd23e19.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Archive (BAB I)
340c7965fe975f98b208dd988dc83405.pdf - Published Version

Download (218kB)
[img] Archive (BAB II)
582aa67c8febe1c3988a7020ebb6ac79.pdf - Published Version

Download (116kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan bentuk isolek berdasarkan paradigm leksikal di beberapa tempat di Kabupaten Nagekeo, (2) pengelompokan isolek di Kabupaten Nagekeo ke dalam dialek and subdialek, dan (3) perubahan-perubahan fonem secara fonology di kabupaten Nagekeo. Penelitian ini adalah jenis penelitian descriptif. Melalui metode dialektometri ditemukan 3 bahasa di Kabupaten Nagekeo, yaitu: I. Bahasa Mbay/Riung dengan 3 dialek, yaitu (1) Dialek Lengkosambi, (2) Dialek Nggolonio, (3) Dialek Nggolombay. II. Bahasa Nagekeo dengan 22 dialek, yaitu: 1) Nage Tengah mempunyai satu dialek yaitu dialek Boawae dan 3 subdialek yaitu Subdialek Rawe, Subdialek Rowa, dan Subdialek Kelewae. 2) Nage Tengah Utara mempunyai enam dialek, yaitu: (1) Dialek Munde, (2) Dialek Dhawe, (3) Dialek Lape – Ia (Lape – Nataia), (4) Dialek Lambo, (5) Dialek Dhereisa (6) Dialek Rendu. 3) Nage Tengah Selatan mempunyai empat dialek yaitu: (1) Dialek Ndora, (2) Dialek Jaduro (Raja, Wudu, Wolowea, Gero), (3) Dialek Kelimado, (4) Dialek Kotakeo dengan Beda Wicara Ladolima. 4) Nage Utara Timur mempunyai dua dialek, yaitu: (1) Dialek Wolowae atau Dialek Toto dengan Subdialek Utetoto, (2) Dialek Oja dengan Subdialek Watumite dan Subdialek Tendarea. 5) Perbatasan antara Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada mempunyai 3 dialek, yaitu: (1) Dialek Sara–Taka (Sarasedu, Takatunga), (2) Dialek Soa (Desa Menge-ruda), (3) Dialek Poma (Desa Denatana). 6) Keo Barat mempunyai tiga dialek, yaitu: (1) Dialek Lejo, (2) Dialek Aewoe, (3) Dialek Kotagana dan subdialek Wolokisa. 7) Keo Tengah mempunyai dua dialek, yaitu: (1) Dialek Kotowuji dengan Subdialek Mbaenuari, (2) Dialek Romba. 8) Keo Timur mempunyai satu dialek yaitu Dialek Riti–Woko (Riti-Woko-dekororo) dan satu beda wicara yaitu dialek Riti – Woko. Dalam penelitian ini terdapat 6 konsonan dalam bahasa Nagekeo yang mengalami variasi teratur sebagai ciri pembeda dialek secara fonologis, yaitu: (1) Variasi konsonan /b/≈ /bh, mb/; (2) Variasi Konsonan /d/ ≈ nd/; (3) Variasi Konsonan /g/ ≈ [g, ŋg]; (4) Variasi Konsonan alveolar /z/ ≈ /r, R, s, y/; (5) Variasi Konsonan tril /r/ ≈ [r,R, l, h, lh , y, ø]; (6) Variasi Konsonan lateral /l/ ≈ [l, d, ld, rz, ø]. III. Bahasa Ende dengan 2 dialek, yaitu (1) Dialek Maukaro; (2) Dialek Nangapanda.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Linguistik, Isolek, Dialek, Geografi
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 24:58
Last Modified: 24 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/11384

Actions (login required)

View Item View Item