UNUD Open Repository

UNUD Open Repository provides access and discovery to the University of Udayana publications and digital collections. It contains digitized and digital version of theses, dissertations, research reports, and articles produced by academic communities in this university.

EFEK PEMBERIAN PROBIOTIK PADA IBU HAMIL UNTUK MENURUNKAN KEJADIAN DERMATITIS ATOPIK PADA BAYI DENGAN RIWAYAT ATOPI KELUARGA

I Wayan Suradhipa, Dr.Wayan Suradhipa (2016) EFEK PEMBERIAN PROBIOTIK PADA IBU HAMIL UNTUK MENURUNKAN KEJADIAN DERMATITIS ATOPIK PADA BAYI DENGAN RIWAYAT ATOPI KELUARGA. Masters thesis, Universitas Udayana.

[img] Archive (ABSTRAK)
4fcdf7b90b95e344341224703c93f321.pdf - Published Version

Download (256kB)
[img] Archive (BAB I)
d3785c2b876d9a5082aaae75f798a394.pdf - Published Version

Download (107kB)
[img] Archive (BAB II)
54928b48687d21ebb28dd2949301b7a2.pdf - Published Version

Download (788kB)

Abstract

EFEK PEMBERIAN PROBIOTIK PADA IBU HAMIL UNTUK MENURUNKAN KEJADIAN DERMATITIS ATOPIK PADA BAYI DENGAN RIWAYAT ATOPI KELUARGA Dermatitis Atopik menjadi masalah kesehatan pada negara berkembang. Kejadian dermatitis atopik semakin meningkat secara bermakna pada tiga dekade terakhir ini. Pemberian probiotik pada ibu hamil merupakan salah satu cara pencegahan primer penyakit alergi pada bayi melalui upaya perbaikan homoestasis sistem biologis penderita yang ditujukan pada imunomodulasi respon imun dengan menyeimbangkan respon imun T helper 1 dan T helper 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek probiotik dalam mencegah kejadian dermatitis atopik pada bayi. Penelitian ini menggunakan rancangan double blind randomized clinical trial pada ibu usia kehamilan 34-36 minggu dimana janinnya memiliki riwayat atopi diberikan probiotik (Lactobacilus rhamnosus 7 x 108 CFU dan Bifidobacterium lactis 7 x 108 CFU) atau plasebo yang diminum dua kali sehari selama tiga minggu sebelum persalinan dan tiga bulan setelah persalinan. Kemudian bayi yang dilahirkan harus mendapatkan ASI dan akan diikuti selama tiga bulan atau sampai terdiagnosis dermatitis atopik. Kejadian dermtitis atopik didapatkan sebanyak 9 (22,5%) dari 40 subyek pada kelompok probiotik dan sebanyak 17 (41,5%) dari 41 subyek pada kelompok plasebo. Risiko kejadian dermatitis atopik pada bayi usia 3 bulan pertama lebih rendah pada kelompok probiotik dibandingkan pada kelompok plasebo dengan Risiko Relatif (RR) sebesar 0,54 (IK 95%, 0,28-1,07) tetapi secara statistik belum bermakna (P = 0,07). Number needed to treat (NNT) didapatkan sebesar 5 (IK 95%, 4,80 sampai 5,19). Rerata waktu terjadinya dermatitis atopik pada kelompok probiotik dan kelompok plasebo adalah pada bulan ketiga (76,63 hari; IK 95%, 68,81 sampai 84,44 dan 64,73 hari; IK 95%, 55,06 sampai 74,41; P = 0,07). Hasil analisis multivariat, didapatkan riwayat atopi keluarga tinggi memliki risiko lebih besar terjadinya dermatitis atopi dibandingkan dengan riwayat atopi keluarga sedang dengan RR 4,31 (IK 95%, 1,89 sampai 9,81; P < 0,001). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik pada ibu hamil cendrung menurunkan kejadian dermatitis atopi pada bayi usia 3 bulan pertama yang memiliki riwayat keluarga walaupun secara statistik tidak bermakna. Kata kunci : Ibu hamil, Lactobacilus rhamnosus, Bifidobacterium lactis, dermatitis atopik, bayi

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ibu hamil, Lactobacilus rhamnosus, Bifidobacterium lactis, dermatitis atopik, bayi
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 24:58
Last Modified: 24 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/11394

Actions (login required)

View Item View Item