UNUD Open Repository

UNUD Open Repository provides access and discovery to the University of Udayana publications and digital collections. It contains digitized and digital version of theses, dissertations, research reports, and articles produced by academic communities in this university.

PERLINDUNGAN HUKUM BURUNG JALAK BALI MENURUT CONVENTION ON INTERNATIONAL TRADE IN ENDANGERED SPECIES OF WILD FAUNA AND FLORA DAN PENERAPAN HUKUMNYA DI INDONESIA

Ni Putu Mirayanthi Utami, NI PUTU MIRAYANTHI UTAMI (2016) PERLINDUNGAN HUKUM BURUNG JALAK BALI MENURUT CONVENTION ON INTERNATIONAL TRADE IN ENDANGERED SPECIES OF WILD FAUNA AND FLORA DAN PENERAPAN HUKUMNYA DI INDONESIA. Bachelor thesis, Universitas Udayana.

[img] Archive (ABSTRAK)
0f425f1801be5e13bdbc6846facdb3d3.pdf - Published Version

Download (117kB)
[img] Archive (BAB I)
89cc9d5657e69af9e44f647a1a8cf99b.pdf - Published Version

Download (102kB)
[img] Archive (BAB II)
e72c5c4ac3ea58bea035777ede59b780.pdf - Published Version

Download (123kB)

Abstract

Salah satu yang menjadi permasalahan dalam perkembangan hubungan internasional saat ini adalah masalah lingkungan hidup (environment). Persoalan yang ada bukan hanya bersifat lokal, regional tetapi hingga global. Salah satunya eksploitasi sumber daya alam hayati, yaitu perdagangan satwa langka sehingga mengesampingkan aspek berkelanjutan. Hal ini dialami Indonesia yang merupakan negara yang memiliki beragam jenis spesies burung salah satunya burung Jalak Bali, dimana sesuai dengan pengamatan burung Jalak Bali merupakan satwa yang dikategorikan dalam IUCN sebagai satwa kritis, yang masuk ke dalam appendiks I, yaitu kelompok yang terancam kepunahan dan dilarang diperdagangkan. Namun pada kenyataannya perdagangan burung Jalak Bali marak terjadi pada saat ini, bahkan sudah memanfaatkan dunia maya/online. Untuk menghadapi hal ini diperlukan ketentuan Convention on International Trade in Endangered of Spesies Wild Fauna and Flora (CITES) sebagai perjanjian antar negara mengenai perdagangan internasional tumbuhan dan satwa spesies langka untuk melindungi spesies tersebut. Bukan saja CITES yang diperlukan untuk meminimalisir perdagangan yang terjadi tetapi perlu didukung dengan instrumen nasional untuk memperkuat penegakkan hukum. Dengan demikian dalam skripsi ini akan membahas mengenai bagaimana pengaruh Convention on International Trade in Endangered of Spesies Wild Fauna and Flora (CITES) terhadap upaya penegakan hukum perdagangan spesies di Indonesia serta bagaimana perlindungan burung Jalak Bali dari perdagangan menurut CITES dan hambatan yang dialami pemerintah dalam mengendalikan perdagangan tersebut. Jenis penulisan yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian hukum normatif. Dalam karya tulis, penulis menggunakan pendekatan kasus dilakukan dengan menelaah kasus-kasus yang secara khusus berkaitan dengan perdagangan spesies langka khususnya burung Jalak Bali, pendekatan fakta yang dilakukan dengan mengkaji fakta yang terjadi dalam suatu masalah, dan pendekatan perundang-undangan yang dilakukan dengan menelaah undang-undang dan regulasi nasional maupun internasional yang bersangkut paut dengan isu hukum yang sedang ditangani. Perdagangan satwa langka ini khususnya burung Jalak Bali yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya meningkat, ini disebabkan karena tingginya permintaan dan harga di negara konsumen. Sehingga dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga dan melindungi semua satwa endemik Indonesia khususnya burung Jalak Bali sebagai icon dari Pulau Bali, karena perdagangan ini sangat dipengaruhi oleh permintaan pasar dunia. Serta komitmen dan tanggungjawab setiap negara untuk bersama melindungi lingkungan hidup.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: CITES, Perdagangan, Burung Jalak Bali
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 24:58
Last Modified: 24 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/11698

Actions (login required)

View Item View Item