UNUD Open Repository

UNUD Open Repository provides access and discovery to the University of Udayana publications and digital collections. It contains digitized and digital version of theses, dissertations, research reports, and articles produced by academic communities in this university.

TUTURAN UPACARA PERNIKAHAN MASYARAKAT MADURA DI DESA KALIDANDAN, PAKUNIRAN, PROBOLINGGO: KAJIAN PRAGMATIK

Anwari, Anwari (2016) TUTURAN UPACARA PERNIKAHAN MASYARAKAT MADURA DI DESA KALIDANDAN, PAKUNIRAN, PROBOLINGGO: KAJIAN PRAGMATIK. Masters thesis, Universitas Udayana.

[img] Archive (ABSTRAK)
7747014f21ff888af3912e30462ba2a1.pdf - Published Version

Download (512kB)
[img] Archive (BAB I)
7a4b07d5ee7dbb5335989f10f1511b99.pdf - Published Version

Download (133kB)
[img] Archive (BAB II)
ffd5e2fce9da31cc4e06629d98dee476.pdf - Published Version

Download (238kB)

Abstract

Penelitian tuturan upacara pernikahan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode simak (metode obeservasi). Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori pragmatik, teori bahasa, konteks, dan teks. Dari hasil analisis yang telah dilakukan ditemukan jenis tindak tutur, yaitu (1) tindak tutur langsung (24 data), (2) tindak tutur tidak langsung (2 data), (3) tindak tutur literal (6 data), (4) tindak tutur tidak literal (3 data), (5) tindak tutur langsung literal (3 data), (6) tindak tutur tidak langsung literal (1 data), (7) tindak tutur langsung tidak literal (2 data), dan (8) tindak tutur tidak langsung tidak literal (2 data). Dalam tuturan upacara pernikahan yang dilakukan oleh masyarakat Madura di Desa Kalidandan, Pakuniran, Probolinggo penutur cenderung menggunakan tindak tutur langsung. Tindak ilokusi yang ditemukan ialah (1) atanyah ‘bertanya’, (2) mintah ‘melamar’, (3) erestoeh ‘restu’, (4) jenjih ‘janji’, (5) nyuon se sanget ‘memohon dengan sangat’, (6) rakerah ‘prediksi’, (7) dekgik ‘menyusul’, (8) dua’ ‘salam’, (9) ngormat ‘penghormatan’, (10) nyupreh ridha ‘memohon doa’, (11) saksek’en ‘saksikan’, (12) nukol/maceplos ‘memukul’, (13) pesa/talak ‘cerai’, (14) istiqomah delem bejeng ‘istikomah dalam salat’, (15) awasiat ‘berwasiat’, (16) anikah’agin ‘menikahkan’, (17) neremah ‘menerima’, (18) nyirenagin ‘menyerahkan’, (19) songkan ‘segan-segan’, (20) ambu ‘berhenti’, (21) bentoh ‘membantu’, (22) niroan ‘mencontoh’, (23) jek apermainagin perkabinan ‘jangan main-main dalam menikah’, (24) permintaan ‘permintaan’, (25) pasra ‘memasrahkan’, (26) kasok’on ‘berterima kasih’, (27) ngambhul ‘minggat’, (28) tak rukun ‘tidak harmonis’, (29) tak kenal ‘tidak kenal’, (30) taoh kadek ‘kenal lebih dulu’, (31) ende’en ‘gampangan’, (32) nyesel ‘penyesalan’, (33) kekecewaan ‘kecewa’, (34) mintah pendapat ‘minta pendapat’, (35) sabbher ‘sabar’, (36) tak inmainan ‘tidak main-main’, (37) laep ‘paceklik’, (38) nispah ‘penyesalan yang mendalam', (39) ngandung kade’ ‘hamil lebih dulu/hamil di luar nikah’, (40) kalak ‘mengambil’, (41) pemberitaoan ‘mengumumkan’, dan (42) menegaskan ‘menegaskan’, Ideologi yang ditemukan dalam tuturan upacara pernikahan masyarakat Madura yang dibangun oleh tuturan tradisi ialah (1) keberkahan keturunan, (2) keberkahan umur, (3) keberkahan rezeki, (4) kekuatan, dan (5) penyucian diri. Ideologi ini juga didukung oleh nilai, yakni (1) kesucian, (2) keselamatan, (3) perlindungan, (4) pertanggungjawaban secara jasmani dan rohani, (5) kesungguhan, (6) penghormatan, (7) permohonan, dan (8) kemudahan dalam mencari rezeki.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: tuturan upacara pernikahan, tindak tutur, konteks dan teks
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 24:58
Last Modified: 24 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/11746

Actions (login required)

View Item View Item