UNUD Open Repository

UNUD Open Repository provides access and discovery to the University of Udayana publications and digital collections. It contains digitized and digital version of theses, dissertations, research reports, and articles produced by academic communities in this university.

Tajen dan Desakralisasi Pura di Desa Pakraman Subagan Kecamatan Karangasem, Bali

Ida Bagus Gede Eka Diksyiantara, Ida Bagus Gede Eka Diksyiantara (2016) Tajen dan Desakralisasi Pura di Desa Pakraman Subagan Kecamatan Karangasem, Bali. Bachelor thesis, Universitas Udayana.

[img] Archive (ABSTRAK)
e616b60f7b036ce1ef05bad54c232f36.pdf - Published Version

Download (8MB)
[img] Archive (BAB I)
a7d562a933fe9219f8f276218dd4a643.pdf - Published Version

Download (36kB)
[img] Archive (BAB II)
bd61e697708eaccb162c4ff283b73011.pdf - Published Version

Download (82kB)

Abstract

Tajen merupakan permainan rakyat Bali yang telah ada sejak jaman dahulu, namun dengan adanya taruhan didalam permainan menjadikan tajen sangat identik dengan perjudian, sehingga dilarang oleh hukum dan agama. Untuk mengakali agar tajen dapat tetap terlaksana, seringkali tajen mengatas namakan dirinya tabuh rah bahkan dilakukan di dalam pura, upaya tersebut tentu akan memberikan dampak yang kurang baik terhadap kesakralan pura yang digunakan sebagai tempat untuk mengadakan tajen, walaupun tajen dilakukan di areal jaba sisi (bagian terluar pura dalam konsep tri mandala) tetap saja hal tersebut akan menyebabkan pura mengalami desakralisasi atau penurunan nilai-nilai sakral pada pura. Pada konsep kekeran atau konsep mengenai radius kesucian pura, Kekeran memiliki 3 metode pendekatan untuk menentukan radius kesucian pura yaitu Apeneleg atau wilayah yang disa dilihat, Apenimpug adalah wilayah yang bisa diukur sejauh seseorang bisa melemparkan sesuatu dari pura, Apenyengker ini paling jelas ukurannya karena sudah dinyatakan dengan membangun tembok pura. Untuk pura desa biasanya akan menggunakan metode apenyengker (sebatas tembok), itu artinya wilayah jaba sisi pura adalah wilayah yang termasuk kedalam wilayah radius kesucian pura sehingga dengan alasan apapun tajen yang dilakukan di dalam areal pura walaupun dilakukan di areal jaba sisi pura dapat mengurangi kesucian pura tersebut, apalagi seringkali bebotoh yang kalah akan mengumpat atau mengucapkan kata yang seharusnya tidak boleh diucapkan didalam pura sehingga akan memberikan pengaruh pada kesakralan pura yang juga akan berdampak pada kehidupan sosial masyarakat disekitar pura yang dijadikan tempat mengadakan tajen, serta perubahan pola pikir masyarakat dalam memaknai pura yang seharusnya sebagai tempat suci berubah menjadi tempat untuk metajen.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Tajen,Tabuh Rah,Pura,Kekeran,Desakralisasi
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 24:58
Last Modified: 24 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/11767

Actions (login required)

View Item View Item