UNUD Open Repository

UNUD Open Repository provides access and discovery to the University of Udayana publications and digital collections. It contains digitized and digital version of theses, dissertations, research reports, and articles produced by academic communities in this university.

Penggunaan Tenka no Setsuzokushi dalam Novel Norwei no Mori Karya Haruki Murakami

Luh Gede Dwi Pradnyandari, Luh Gede Dwi Pradnyandari (2016) Penggunaan Tenka no Setsuzokushi dalam Novel Norwei no Mori Karya Haruki Murakami. Bachelor thesis, Universitas Udayana.

[img] Archive (ABSTRAK)
3da13f5ebe253a7dbc1cf6545a4d8072.pdf - Published Version

Download (465kB)
[img] Archive (BAB I)
c4e9e2b39cf1ad73fd8eda687a458c7c.pdf - Published Version

Download (274kB)
[img] Archive (BAB II)
15ce822d4ff503f75a44fa19fa3d6f67.pdf - Published Version

Download (379kB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Penggunaan Tenka no Setsuzokushi dalam novel Norwei no Mori Karya Haruki Murakami”. Penelitian ini mengkaji tentang struktur dan makna dari tenka no setsuzokushi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis yang diambil dari novel Norwei no Mori karya Haruki Murakami jilid 5-6. Tenka no Setsuzokushi dalam novel ini ada tujuh yaitu, omakeni, shikamo, soshite, sonoue, sorekara, soreni, dan mata Teori yang digunakan mengacu pada pendapat dari Makino dan Tsutsui (1994) dan Pateda (2001). Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan metode agih. Kemudian hasil analisis disajikan dengan menggunakan metode informal. Berdasarkan data yang telah dianalisis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa omakeni, shikamo, soshite, sonoue, sorekara, soreni, dan mata dapat berkonstruksi dengan klausa pertama, berkonstruksi dengan kalimat sebelumnya, dan dapat berkonstruksi dengan godan dooshi, ichidan dooshi, henkaku dooshi, meishi dan keiyooshi namun tidak dapat berkonstruksi dengan nakeiyooshi. Omakeni memiliki dua buah makna yaitu menderetkan hal yang sejajar dan memberikan informasi tambahan terhadap sesuatu hal. Shikamo memiliki satu buah makna yaitu memberikan informasi tambahan penting terhadap sesuatu hal. Selain itu, ditemukan juga makna dari soshite yaitu mengurutkan peristiwa berdasarkan ingatan. Sorekara memiliki makna menyatakan peristiwa berdasarkan urutan waktu. Sementara itu sonoue memiliki makna memberikan informasi tambahan terhadap sesuatu hal yang biasanya digunakan dalam bentuk formal sedangkan soreni memiliki makna memberikan informasi tambahan terhadap sesuatu hal tetapi digunakan dalam bentuk nonformal. Mata memiliki makna yaitu menyatakan kegiatan tambahan dari subjek yang sama.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: tenka no setsuzokushi, struktur, makna
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 24:58
Last Modified: 24 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/11782

Actions (login required)

View Item View Item