UNUD Open Repository

UNUD Open Repository provides access and discovery to the University of Udayana publications and digital collections. It contains digitized and digital version of theses, dissertations, research reports, and articles produced by academic communities in this university.

KORELASI INFEKSI HELICOBACTER PYLORI DENGAN KADAR GLUCAGON-LIKE PEPTIDE 1 DAN GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DISPEPSIA DI KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI

I Made Siswadi Semadi, dr. I Made Siswadi Semadi (2016) KORELASI INFEKSI HELICOBACTER PYLORI DENGAN KADAR GLUCAGON-LIKE PEPTIDE 1 DAN GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DISPEPSIA DI KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI. Masters thesis, Universitas Udayana.

[img] Archive (ABSTRAK)
7d287766723af4071daaea8d7ac985f0.pdf - Published Version

Download (241kB)
[img] Archive (BAB I)
2bd58d894a97dee760bea84a12fb0c8f.pdf - Published Version

Download (179kB)
[img] Archive (BAB II)
1f25bf595413efa6bc13834bd7f0f3a4.pdf - Published Version

Download (904kB)

Abstract

KORELASI INFEKSI HELICOBACTER PYLORI DENGAN KADAR GLUCAGON-LIKE PEPTIDE 1 DAN GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DISPEPSIA DI KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI Latar Belakang: Infeksi Helicobacter pylori merupakan penyakit infeksi pada saluran cerna khususnya lambung dan saat ini banyak dikaitkan dengan berbagai kelainan sistemik dalam tubuh, salah satunya adalah gangguan hormonal. Glucagon-like peptide 1 (GLP-1) merupakan salah satu hormon penting di dalam tubuh yang berkaitan dengan fungsi berbagai organ, seperti pankreas, hati, ginjal, sistem kardiovaskular, sistem saraf pusat dan sebagainya. Infeksi H. pylori sering ditemukan pada pasien dispepsia. Penelitian yang menghubungkan infeksi H. pylori dengan kadar GLP-1 masih terbatas, hasilnya masih kontroversial, belum pernah dilakukan secara khusus pada populasi pasien dispepsia dan belum pernah dilakukan pada komunitas, khususnya di Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui infeksi H. pylori berkorelasi dengan kadar GLP-1 dan glukosa darah pada pasien dispepsia di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Metode: Penelitian dilakukan menggunakan rancangan potong lintang, melibatkan 74 pasien dispepsia berdasarkan register Puskesmas di Kecamatan Kintamani dalam 1 tahun terakhir yang diambil secara acak. Sampel menjalani pemeriksaan Helicobacter pylori dengan tes imunokromatografi dan kadar GLP-1 plasma dengan ELISA. Analisis statistik dikerjakan dengan uji T-tidak berpasangan dan Mann-Whitney serta uji korelasi Spearman. Hasil: Rerata kadar GLP-1 puasa dan pasca prandial pada kelompok H. pylori positif dan negatif tidak berbeda bermakna (2,28 ± 0,64 vs 2,79 ± 1,30 ng/ml; p=0,170 dan 2,69 ± 0,73 vs 3,21 ± 1,43 ng/ml; p=0,347). Rerata kadar glukosa puasa dan 2 jam PP pada kelompok H. pylori positif dan negatif tidak berbeda bermakna (84,86 ± 6,85 vs 86,44 ± 5,79 mg/dl; p=0,427 dan 101,59 ± 26,08 vs 104,13 ± 26,29 mg/dl; p=0,603). Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara infeksi H. pylori dengan kadar GLP-1 plasma puasa (r=0,16; p=0,172), GLP-1 pascaprandial (r= 0,110; p= 0,351), ∆GLP-1 (r=-0,018; p=0,879), glukosa puasa (r=0,093; p=0,431) dan glukosa 2 jam PP (r=0,061; p=0,606). Simpulan: Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar GLP-1 puasa dan pasca prandial serta glukosa darah puasa dan 2 jam PP pada kelompok H. pylori positif dan negatif. Infeksi H. pylori tidak berkorelasi dengan kadar GLP-1 puasa maupun pascaprandial serta kadar glukosa darah puasa dan 2 jam PP. Kata Kunci: Helicobacter pylori, GLP-1, glukosa darah, pasien dispepsia

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Helicobacter pylori, GLP-1, glukosa darah, pasien dispepsia
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 24:58
Last Modified: 24 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/11867

Actions (login required)

View Item View Item