Pemodelan Struktur Rangka Beton Bertulang dengan Perkuatan Breising Konsentrik V-Terbalik

Ida Bagus Prastha Bhisama, Ida Bagus Prastha Bhisama (2016) Pemodelan Struktur Rangka Beton Bertulang dengan Perkuatan Breising Konsentrik V-Terbalik. Bachelor thesis, Universitas Udayana.

[img] Archive (ABSTRAK)
e3bda841267009d81dd2c37edad5a5f3.pdf - Published Version

Download (789kB)
[img] Archive (BAB I)
98b5b76966a7a798b60c1ed9f494d5c3.pdf - Published Version

Download (23kB)
[img] Archive (BAB II)
934d7e44f14ebdb150a9517ea2d9577f.pdf - Published Version

Download (808kB)

Abstract

Penelitian tentang pemodelan struktur rangka beton bertulang dengan breising konsentrik V-terbalik dilakukan dengan membuat model gedung 3, 4, dan 5 tingkat. Perilaku struktur kemudian dibandingkan dengan menggunakan analisis konvensional, dan kinerja struktur dengan analisis statik nonlinier pushover. Pada tahap awal, model OF didesain sesuai SNI-1726-2002 untuk memperoleh kebutuhan tulangan, yang kemudian disebut tulangan terpasang. Model tersebut kemudian didesain sesuai SNI-1726-2012 dan kebutuhan tulangan pada beberapa komponen struktur meningkat. Model BF dibuat untuk mengatasi situasi tersebut dengan menambahkan elemen breising konsentrik V-terbalik pada portal bagian tengah untuk setiap tingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan breising sebagai perkuatan struktur mampu mengurangi kebutuhan tulangan dengan persentase penurunan sebesar 4% - 41% pada balok dan 20% - 75% pada kolom. Gaya-gaya dalam komponen struktur pada model BF mengalami penurunan sebesar 4% - 62%. Simpangan yang terjadi juga mengalami penurunan sebesar 75% - 85%. Ketiga perbandingan tersebut menunjukkan bahwa penambahan breising konsentrik V-terbalik pada gedung rangka terbuka dapat memperkuat struktur secara signifikan, baik dalam menurunkan gaya-gaya dalam, luas tulangan, simpangan maupun kebutuhan tulangan. Hasil analisis pushover menunjukkan Model BF mampu menahan gaya geser dasar yang jauh lebih besar dibandingkan model OF pada kondisi elastis 355% - 381% dan pada kondisi batas 15% - 180%. Model BFA mampu menahan gaya geser dasar yang jauh lebih besar dibandingkan Model BF, dimana pada kondisi elastis 23% - 77% dan pada kondisi batas 77% - 147%. Kinerja dari model BFA juga lebih baik karena leleh pertama terjadi di balok, tidak seperti BF yang mengalami leleh pertama di breising.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: perkuatan, struktur rangka beton bertulang, breising konsentrik V-terbalik, perilaku, kinerja
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 24:58
Last Modified: 24 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/11927

Actions (login required)

View Item View Item