UNUD Open Repository

UNUD Open Repository provides access and discovery to the University of Udayana publications and digital collections. It contains digitized and digital version of theses, dissertations, research reports, and articles produced by academic communities in this university.

Kombinasi Lesi Badan Negri, Spongiform, dan Perivascular Cuffing pada Otak Anjing Penderita Rabies

Prof. Dr. Drh. I KETUT BERATA, M.Si., I Ketut Berata (2014) Kombinasi Lesi Badan Negri, Spongiform, dan Perivascular Cuffing pada Otak Anjing Penderita Rabies. Jurnal Veteriner, 15. ISSN ISSN : 1411 - 8327

[img] Archive
1f045907df36fe16d0c7cd84a71e94ed.pdf

Download (131kB)

Abstract

Abstrak Tingginya kejadian lesi spongiform (61%) dan perivascular cuffing (89%) pada otak anjing penderita rabies di Bali, menjadi latar belakang yang menarik untuk dikaji, termasuk hubungannya dengan keberadaan badan Negri. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara lesi badan Negri, spongiform, dan perivascular cuffing. Penelitian menggunakan 28 sampel otak anjing penderita rabies yang telah didiagnosis rabies di Balai Besar Veteriner Denpasar. Otak anjing terdiri dari masingmasing bagian cerebrum, cerebellum dan hippocampus diambil untuk diproses menjadi sediaan histologi dengan teknik embedding block dengan parafin serta pewarnaan dengan metode Harris hematoksilin eosin (HE). Variabel yang diperiksa pada masing-masing cerebellum, cerebrum dan hippocampus meliputi adanya badan Negri, spongiform dan perivascular cuffing. Hasil pemeriksaan kombinasi lesi badan Negri dengan lesi spongiform masing-masing ditemukan pada cerebellum (14%), cerebrum (4%) dan hippocampus (32%). Kombinasi lesi badan Negri dengan perivascular cuffing masing-masing ditemukan pada cerebellum (18%), cerebrum (7%), dan hippocampus (43%). Dari hasil pemeriksaan tersebut tampak kombinasi lesi badan Negri dengan spongiform maupun dengan perivascular cuffing tertinggi pada hippocampus dibandingkan cerebellum maupun cerebrum. Kombinasi lesi spongiform dengan perivascular cuffing tertinggi terdapat pada cerebrum aldalah 50%, sedangkan pada cerebellum ada 32%, dan hippocampus ada 36%. Simpulan penelitian ini adalah badan Negri tampaknya berhubungan erat dengan terbentuknya lesi perivascular cuffing, walaupun tidak seerat lesi spongiform yang terbentuk pada otak anjing yang terinfeksi penyakit rabies. Kata-kata kunci : badan Negri, spongiform, perivascular cuffing

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 21:58
Last Modified: 21 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/3370

Actions (login required)

View Item View Item