UNUD Open Repository

UNUD Open Repository provides access and discovery to the University of Udayana publications and digital collections. It contains digitized and digital version of theses, dissertations, research reports, and articles produced by academic communities in this university.

Resistensi Insulin : Definisi, Mekanisme dan Pemeriksaan Laboratoriumnya

Dr. dr. Anak Agung Wiradewi Lestari, S.Ked, Sp.PK, Anak Agung Wiradewi Lestari (2011) Resistensi Insulin : Definisi, Mekanisme dan Pemeriksaan Laboratoriumnya. Prosiding SURAMADE I, -. ISSN -

[img] Archive
58145a8813b8360115fd313302ac2fb5.pdf

Download (2MB)

Abstract

Pada tahun 2030, jumlah penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 21,3 juta orang. Jumlah ini hampir 3 kali lipat jumlah penderita diabetes pada tahun 2000. Diabetes Melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan dibutuhkan dalam metabolisme normal dari glukosa, lemak dan protein. Insulin memiliki efek sebagai parakrin maupun endokrin. Sebagai parakrin, insulin dapat menghambat sekresi glucagon, sedangkan sebagai endokrin, insulin memiliki efek pada sel otot, hati dan jaringan lemak. Adanya insulin memudahkan glukosa darah masuk ke dalam sel sebagai sumber tenaga. Sekresi insulin dirangsang oleh adanya glukosa. Dalam metabolismenya, ada 4 macam glucose transporters (GLUT) yang bekerja pada sel yang berbeda-beda. Pada keadaan normal, insulin merangsang transport glukosa dan fosforilasi endothelial nitric oxide synthase (eNOS) untuk membentuk nitric oxide (NO). Insulin terikat dan aktif melalui peranan reseptor insulin dan reseptor insulin growth factor-1 (IGF-1). Ikatan insulin dengan reseptornya, dapat memfosforilasi insulin receptor substrate (IRS) yang kemudian akan mengaktifkan phosphatidylinositol 3 kinase (PI3 kinase). PI3 kinase yang teraktivasi ini mengakibatkan translokasi vesikel pada GLUT ke membrane sel untuk memasukkan glukosa ekstra sel ke dalam sel. Pada kondisi resistensi insulin, terjadi penurunan kemampuan insulin untuk merangsang penggunaan glukosa atau penurunan respon sel target terhadap insulin. Mekanisme yang mendasari resistensi insulin ini adalah faktor genetik atau defek primer sel target, autoantibodi terhadap insulin dan degradasi insulin yang berlangsung cepat. Gangguan ini dapat terjadi pada tingkat prereseptor, reseptor, postreseptor dan GLUT. Insulin resisten dapat ditemukan pada DM tipe 2, obesitas, gangguan toleransi glukosa, dan pada anak yang orang tuanya menderita DM. Diantara penyebab tersebut, obesitas adalah penyebab tersering resitensim insulin, yang diawali dengan berkurangnya jumlah reseptor insulin dan kegagalan reseptor untuk mengaktifkan tirosin kinase. Salah satu pemeriksaan laboratorium yang penting pada resistensi insulin adalah Homeostasis Model Assessment of insulin resistance (HOMA-IR). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas insulin pada keadaan basal. Untuk dapat menghitung HOMA-IR, diperlukan data kadar insulin puasa dan glukosa puasa. Hasil HOMA-IR yang tinggi mendukung adanya resistensi insulin.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: resistensi insulin, reseptor insulin, HOMA-IR
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 21:58
Last Modified: 21 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/7892

Actions (login required)

View Item View Item