Pengaruh Satus Sosial Ekonomi Masyarakat Kota Denpasar Terhadap Pemilihan Trans Sarbagita Sebagai Moda Transportasi (Studi di Halte Koridor I dan II)

Deasy Event Margareth Sihotang, Deasy Event Margareth Sihotang (2015) Pengaruh Satus Sosial Ekonomi Masyarakat Kota Denpasar Terhadap Pemilihan Trans Sarbagita Sebagai Moda Transportasi (Studi di Halte Koridor I dan II). Bachelor thesis, Universitas Udayana.

[img] Archive (ABSTRAK)
06ef0894525f17aa4759155ca496b450.pdf - Published Version

Download (208kB)
[img] Archive (BAB I)
716c5cbb1ffdf2604325a32e83394fa2.pdf - Published Version

Download (107kB)
[img] Archive (BAB II)
037fd291e699b71766b4e26c654d3024.pdf - Published Version

Download (176kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan bus Trans Sarbagita yang memberikan dampak terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Denpasar. Trans Sarbagita yang merupakan angkutan umum milik Pemerintah Provinsi Bali ini cukup menarik perhatian masyarakat Bali khususnya bagi masyarakat Kota Denpasar. Keberagaman tingkat status sosial ekonomi masyarakat Kota Denpasar menjadi menarik saat dihubungkan dengan penggunaan Trans Sarbagita sebagai moda transportasi sehari-hari. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh status sosial ekonomi masyarakat Kota Denpasar terhadap pemilihan Trans Sarbagita sebagai moda transportasi. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori stratifikasi sosial. Penelitian ini memakai metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik non probability sampling kepada 100 orang responden yaitu masyarakat Kota Denpasar sebagai pengguna Trans Sarbagita koridor I dan II. Berdasarkan pekerjaan, penggunaan Trans Sarbagita didominasi oleh masyarakat dengan status sosial ekonomi rendah dengan rata-rata pekerjaan adalah pelajar, supir, buruh, pensiunan dan ibu rumah tangga. Dari aspek pendidikan terakhir, penggunaan Trans Sarbagita didominasi oleh masyarakat Kota Denpasar dengan tingkat status sosial ekonomi sedang dengan rata-rata pendidikan terakhir adalah Sekolah Menengah Atas (SMA), sedangkan berdasarkan pendapatan, penggunaan Trans Sarbagita didominasi oleh tingkat status sosial ekonomi rendah dengan rata-rata pendapatan di bawah Rp 1.500.000,-. Dilihat dari frekuensi penggunaan Trans Sarbagita dalam seminggu, tingkat status sosial ekonomi (pekerjaan, pendidikan, pendapatan) tidak berpengaruh terhadap pemilihan Trans Sarbagita sebagai moda transportasi.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Pengaruh, Status Sosial Ekonomi, Pemilihan moda transportasi, Trans Sarbagita.
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 24:58
Last Modified: 24 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/8371

Actions (login required)

View Item View Item