UNUD Open Repository

UNUD Open Repository provides access and discovery to the University of Udayana publications and digital collections. It contains digitized and digital version of theses, dissertations, research reports, and articles produced by academic communities in this university.

METODE KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) DALAM PEMBELAJARAN TATA BAHASA JEPANG DASAR (SHOKYOU BUNPO) BAGI MAHASISWA SEMESTER III SASTRA JEPANG SEKOLAH TINGGI BAHASA ASING SARASWATI DENPASAR

Dewa Putu Adnyana, Drs. Dewa Putu Adnyana, S.S. (2015) METODE KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) DALAM PEMBELAJARAN TATA BAHASA JEPANG DASAR (SHOKYOU BUNPO) BAGI MAHASISWA SEMESTER III SASTRA JEPANG SEKOLAH TINGGI BAHASA ASING SARASWATI DENPASAR. Masters thesis, Universitas Udayana.

[img] Archive (ABSTRAK)
da4590dd58452bff71f87b1f73053396.pdf - Published Version

Download (302kB)
[img] Archive (BAB I)
51a6b057fecbd6cb940bcb50dafa01e8.pdf - Published Version

Download (127kB)
[img] Archive (BAB II)
c9f46be7f50e2950123ca9a913893c16.pdf - Published Version

Download (396kB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) dalam upaya peningkatan hasil belajar tata bahasa Jepang dasar (shokyou bunpo) mahasiswa semester III Sastra Jepang STIBA Saraswati Denpasar.Pada penelitian ini ditemukan hasil nilai rata-rata kemampuan tata bahasa Jepang dasarmahasiswa sebelum penerapan metode CTL adalah 51 termasuk kategori kurang. Hasil wawancara dan tes menunjukkan bahwa mahasiswa sering salah memakai partikelde/で、ni/に , dan o/を dalam konteks kalimat tertentu misalnya, えんぴつでかきます(enpitsu de kakimasu) artinya, ‘menulis dengan pensil’. Partikel de/で berarti ‘dengan’. Berbeda dengan kalimat berikut, Kuta de/でたべます(Kuta de tabemasu) artinya ‘makan di Kuta’. Partikel de/で berarti ‘di’. Demikian juga partikel lainnya. Selain itu mahasiswa juga sering salah perubahan kata kerja.Terutama kata kerja berakhiran ru/る kelompok satu dengan berakhiran ru/る kelompok dua. Misalnya, わかる (wakaru) menjadi (wakatte) dua tt/って , dengan たべる (taberu) menjadi たべて(tabete) satu t/て . Makna antara satu t/て dengan dua tt/って berbeda.Hasil nilai tes rata-rata kemampuan tata bahasa Jepang dasar mahasiswa sesudah menerapkan metode CTL pada tindakan siklus I adalah 69, kemudian meningkat pada tindakan tes siklus II menjadi 80. Secara keseluruhan nilai mahasiswa pada tindakan tes siklus II telah mampu mencapai kategori nilai B (baik). Kesulitan-kesulitan partikel dan kata kerja seperti tersebut di atas sudah dapat dimengerti. Peningkatan terjadi dari kategori kurang pada tes awal menjadi kategori cukup pada tes siklus I lalu meningkat menjadi kategori baik pada tindakan tes akhir siklus II. Mahasiswa dapat menyusun kalimat bahasa Jepang sederhana sesuai dengan gramatika bahasa Jepang. Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan metode CTL adalah minat, perhatian, motivasi belajar mahasiswa, kekompakan kerja kelompok, keberanian dan kebiasaan mahasiswa, keterampilan berbicara, sarana dan prasarana yang memadai, dan lingkungan kampus. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil pembelajaran tata bahasa Jepang dasar mahasiswa. Dengan demikian, penerapan metode CTL dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan tata bahasa Jepang dasar bagi mahasiswa.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: metode CTL, peningkatan, tata bahasa Jepang dasar, kategori kemampuan mahasiswa
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: Mr. Repository Admin
Date Deposited: 07 Jun 2016 24:58
Last Modified: 24 Jun 2016 05:58
URI: http://erepo.unud.ac.id/id/eprint/8598

Actions (login required)

View Item View Item