ANALISIS RISIKO PADA RENCANA PEMANFAATAN MATA AIR METAUM DI DESA MARGA KABUPATEN TABANAN

Prof. Ir. I Nyoman Norken, SU, Ph.D, I NYOMAN NORKEN and Kadek Diana Harmayani, ST, MT, Ph.D., KADEK DIANA HARMAYANI (2018) ANALISIS RISIKO PADA RENCANA PEMANFAATAN MATA AIR METAUM DI DESA MARGA KABUPATEN TABANAN. Jurnal Spektran, 6 (1). ISSN e-ISSN: 2302-2590

[img] Archive
396d6d2cf6e93af8aa364ba7059f7c4d.pdf - Published Version

Download (252kB)

Abstract

ABSTRAK
Salah satu strategi untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Tabanan adalah dengan rencana pemanfaatan Mata Air Metaum sebagai sumber air baku. Sebelum memutuskan untuk mengambil sumber Mata air Metaum ini sebagai air baku, terindikasi adanya potensi kegagalan baik pada pra konstruksi, konstruksi maupun pasca konstruksi seperti misalnya dalam kepengurusan izin pengambilan air tanah dan penentuan trase jaringan pipa. Analisis risiko dilakukan pada rencana pemanfaatan Mata Air Metaum di Desa Marga Kabupaten Tabanan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner, yang didistribusikan kepada responden yang dipilih berdasarkan metode purposive sampling sebanyak 28 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 44 risiko pada rencana Pemanfaatan Mata Air Metaum yang dikelompokkan berdasarkan sumbernya. Risiko tersebut mencakup 14 risiko dalam kategori tidak dapat diterima (Unacceptable), 24 risiko dengan kategori tidak diharapkan (Undesirable), 6 risiko dengan kategori dapat diterima (Acceptable) dan tidak ada risiko dengan kategori dapat diabaikan (Negligible). Hal tersebut menunjukkan Pemanfaatan Mata Air Metaum memiliki tingkat risiko yang tinggi. Tindakan mitigasi yang dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif pada kategori risiko tidak dapat diterima (unacceptable) yaitu melakukan sosialisasi dan pendekatan personal melalui tokoh agama/masyarakat yang terkena dampak langsung serta membuat batasan perlindungan untuk kawasan yang disucikan. Sedangkan pada kategori risiko tidak diharapkan (undesirable) yaitu melakukan sosialisasi dan pendekatan personal melalui pejabat tingkat kecamatan, desa maupun satuan kecil lingkungan yang terkena dampak langsung. kepemilikan risiko untuk kategori risiko tidak dapat diterima (Unacceptable) adalah Pemerintah Daerah/Pusat, Dinas/BalaiWilayah Sungai Bali-Penida, Konsultan/Kontraktor dan masyarakat. Untuk Kepemilikan risiko untuk kategori risiko tidak diharapkan (undesirable) adalah Pemerintah Daerah/Pusat, Dinas/Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Konsultan/Kontraktor dan masyarakat.
Kata kunci: Analisis Risiko, Mata Air Metaum, Mitigasi, Kepemilikan

Item Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: USDI USDI Universitas Udayana
Date Deposited: 20 Jul 2020 12:24
Last Modified: 20 Jul 2020 12:24
URI: https://erepo.unud.ac.id/id/eprint/19843

Actions (login required)

View Item View Item